GKPB Abianbase

GKPB Jemaat "Galang Ning Hyang" Abianbase, Mengwi, Badung, Bali 80351 - Phone +62 361 420202

Execution of authentication request returned unexpected result: 404



 

Sabtu, 1 Desmber 2012

1.       Pujian, “Sungguh Alangkah Baiknya, Sungguh Alangkah Indahnya”

2.       Berdoa

3.       Renungan :

§  Yonatan, … pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah (1 Samuel 23 : 16)

 

§  Nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu

(1 Tesalonika 5 : 11)

 

Saling Menasihati dan Saling Membangun

 

                       Tidak seorang pun manusia dapat memperkirakan dengan tepat kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. Oleh karena itu, kita tidak boleh terlena oleh kenyamanan hidup, melainkan harus senantiasa berjaga-jaga.

Rasul Paulus menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui waktu kedatangan Tuhan Yesus. Rasul Paulus memberi dua gambaran tentang kedatangan Tuhan Yesus, yaitu seperti kedatangan pencuri pada malam hari dan seperti perempuan hamil yang tiba-tiba ditimpa sakit bersalin. Kedua gambaran tersebut menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus tidak terduga dan tidak dapat diramalkan secara tepat, tetapi pasti akan terjadi.

Rasul Paulus memberi beberapa nasihat kepada jemaat Tesalonika. Dalam rangka menanti kedatangan Tuhan Yesus, salah satu nasihat Rasul Paulus adalah mendorong jemaat untuk meneruskan kebiasaan yang sudah berlangsung dalam jemaat Tesalonika, yaitu saling menasihati dan saling membangun seorang akan yang lain. zaman sekarang, godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri sangat kuat. Banyak orang berlomba-lomba untuk berbuat sesuatu hanya untuk dirinya sendiri demi sebuah kenyamanan hidup. Sehingga tidak jarang kita jumpai ada begitu banyak orang yang menerapkan sistem hidup individualis. Tapi, tidak demikian dengan kita sebagai orang percaya. Untuk mewujudkan persekutuan yang berkenan di hadapan-Nya dan agar kita semakin dikuatkan, kita justru diminta dan dipanggil untuk saling membangun dan menasihati. Dengan demikian, kita bisa saling menguatkan dalam iman, kita tetap bersatu, bisa saling berbagi dan menjadi teladan hingga nanti Yesus datang untuk kedua kalinya. Bagaimana dengan Anda?

 

4.     Pujian, “Kemurahan-Mu Lebih Dari Hidup”

5.    Pokok Doa : Ya Tuhan, tolong kuatkanlah kami agar selalu dapat saling menasihati dan membangun.

 


 

Jumat, 30 November 2012

1.     Pujian, “Kami Berkumpul Memuji-Mu”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§  Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mazmur 104 : 33)

 

§  Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! (2 Timotius 4 : 18)

 

Puji-pujian Menyenangkan Hati Tuhan

 

Memuji Tuhan bukanlah dikhususkan bagi orang0orang Kristen yang bersuara bagus dan merdu atau yang memiliki kemampuan olah vocal baik. Memuji Tuhan adalah tugas semua orang percaya. Menyanyi, menaikkan pujian bagi Tuhan, membesarkan nama-Nya adalah bagian hidup dari setiap orang percaya baik itu tua, muda, besar, kecil, laki-laki ataupun perempuan.

Pemazmur berkata : Aku hendak memuji TUHAN selama aku hidup. Tuhan tentu tidak menilai seberapa bagus suara kita, tetapi yang Dia nilai adalah kesungguhan hati kita dalam memuji Tuhan. Pujian yang keluar dari hati, tentu akan menyenangkan hati Tuhan. Dalam Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu bermazmur bagi Dia dalam puji-pujian.

Tuhan menghendaki agar kita selalu memuliakan Dia. Daud adalah orang yang mengerti benar betapa pentingnya suatu pujian bagi Tuhan. Dalam pujian itu ada kuasa. Itu sebabnya Daud dengan yakin berkata bahwa di sepanjang umur hidupnya ia akan terus memuji nama Tuhan. Masih banyak orang Kristen yang ogah-ogahan dalam memuji Tuhan, di gereja pun memuji Tuhan dengan setengah hati. Karena itu, bagi setiap kita, mari puji Tuhan baik itu dengan suara kita atau pun memuji atau memuliakan Tuhan dengan sikap hidup yang benar di hadapan-Nya, sebab Ia telah melakukan perkara besar bagi kita yaitu menyelamatkan dan melepaskan kita dari maut (2 Timotius 4 : 18).

4.     Pujian, “Hatiku Penuh Nyanyian”

5.     Pokok Doa : Ya Tuhan, mampukan kami sehingga kami selalu memiliki kerinduan untuk memuji-Mu senantiasa melalui hidup kami.

 


 

Kamis, 29 November 2012

1.     Puijian, “Tuhan Yesus Setia, Dia Sahabat Kita”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§  Engkau meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mazmur 56 : 14)

 

§  Allah setia dank arena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

(I Korintus 10 : 13)

 

Allah Setia

 

Memuji-muji Tuhan bukanlah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersuara bagus. Banyak orang kuat suka lupa dengan kelemahan orang lain. Lupa bahwa orang lain tidak sekuat dirinya, sehingga tidak jarang mereka mengukur dan menuntut orang lain seperti dirinya. Namun kita memiliki berita baik : Allah Bapa kita di surge tidak seperti itu. Sekalipun Dia dahsyat dan penuh kuasa, Dia tidak pernah lupa bahwa kekuatan anak-anak-Nya terbatas. Dia tahu betul batas kekuatan kita.

Jika pencobaan-pencobaan terjadi dalam hidup kita, Dia menjamin kita dapat menanggungnya. Tak ada pencobaan yang melampaui kekuatan kita. namun, mengapa Tuhan mengizinkan pencobaan atau beban datang di hidup kita? Karena beban-beban itu akan membuat kita berbobot, sehingga “tidak mengambang”.

Suatu kali, beberapa lebah dibawa dalam penerbangan ke luar angkasa untuk mengetahui reaksinya terhadap keadaan tanpa bobot. Dari eksperimen itu dilaporkan bahwa pada atmosfer tanpa bobot, lebah-lebah itu mampu mengambang tanpa usaha apa pun sangat santai, sangat ringan. Lebah-lebah itu sepertinya menikmati perjalanan, tetapi ternyata hanya untuk sesaat. Sebab sekejap kemudian mereka mati. Mengambang saja seperti itu membuat mereka melayang-layang, terputar-putar, dan kemudian mati. Perhatikan juga bahwa ikan yang mengambang di aquarium bukanlah ikan yang hidup, tetapi akan yang sudah mati.

Nyatanya dalam hidup ini kita memerlukan “beban” agar tidak “mengambang”. Perlu ada pergumulan menghadapi masalah yang justru akan menghdupkan kita. dank arena Tuhan berjanji beban itu takkan melampaui batas kekuatan kita, mari bangkit dan hadapi semua yang di hadapan kita. satu janji Tuhan yang akan menguatkan kita selalu, bahwa Ia setia. Kesetiaan-Nya dinyatakan-Nya dengan menganugerahkan kekuatan tatkala kita berhadapan dengan pergumulan hidup! Ia tidak akan membiarkan kita binasa akibat pergumulan hidup kita. Puji Tuhan.

 

4.     Pujian, KJ. 299  “Bersyukur Kepada Tuhan”

5.     Pokok Doa : Ya Tuhan, kami bersyukur dan berterima kasih atas kekuatan yang Engkau berikan saat kami menghadapi pergumulan dalam hidup kami.

 


Gereja Abianbase Info

GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase merupakan salah satu anggota dari GKPB (Gereja Kristen Protestan di BALI) yang beralamatkan di Jln. Raya Abianbase No.   Mangupura Bali, Phone +62 361 420202. Berdiri sejak 1 Desember 1934, yang dimulai dengan dibaptis sekitar 89 orang (jemaat mula-mula).

Jadwal Ibadah

Ibadah Raya Minggu
-- Minggu Pukul 07:30 WITA
-- Lt 2 Gedung Gereja

Ibadah Sekolah Minggu :
-- Minggu Pukul 07:30 WITA
-- Lt 2 Gedung Lokita Purna Marga (LPM)

Ayat Hari Ini

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
(Luk 18:7)

"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:25-26)