Jumat, 23 November 2012

1.     Pujian, NKB. 143 : 1 – 2  “Janji Yang Manis”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§ Allah berfirman : Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. (Kejadian 9:13)

 

§ Yesus mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka : “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang”. (Markus 14:23–24)

 

Hidup Karena Janji

 

Hidup yang kita jalani ini bukan hanya sebuah “give” atau pemberian, namun juga bagaikan sebuah misteri. Sebab kita tidak tahu, dan tiba-tiba tanpa kita inginkan, kita ada memulai dan menjalaninya. Kita juga tidak tahu bukan, kapan Tuhan memanggil kita kembali. Hari-hari tampaknya menjadi tanda Tanya, kapan dan kemana kita akan pergi, dapatkah dan sudahkah saya menjalani kehidupan ini dengan baik, bagaimana kehidupan keluarga saya, isteri dan anak-anak, dan seterusnya? Namun semua ditentukan, ada waktu dan ada batasnya. Meski Chairil Anwar ingin hidup seribu tahun lagi. Usia 100 tahun pun sekarang ini sudah termasuk langka, bila tidak sakit-sakitan dan menyusahkan orang-orang sekitarnya.

Meski hari-hari dalam perjalanan hidup ini penuh misteri, sebagai orang percaya satu kepastian yang telah Tuhan nyatakan, dan harus ada dalam kehidupan kita adalah bahwa Tuhan itu baik, Dia mengasihi kita. Dia memiliki rencana yang indah dalam kehidupan kita. Dia memberkati dan memperlengkapi, bahkan mendandani kehidupan kita dengan segala kasih karunia, rahmat dan kebaikan-Nya. Tujuan hidup kita pasti, yaitu untuk bersekutu, memuji dan memuliakan nama-Nya, dan hidup kita ini bukan milik kita sendiri, namun untuk melaksanakan kehendak-Nya, menikmati kemurahan, serta menyaksikan kemuliaan-Nya. Ya, yang pasti adalah bahwa melalui firman-Nya di dalam Alkitab, Allah mengajar kita, bahwa kita ini milik-Nya, hidup dalam perjanjian yang membawa langkah kita ke sorga.

Rupanya hidup dalam perjanjian, bukan hanya milik nuh, ketika Allah berfirman sehabis air bah, bahwa “Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi” (Kejadian 9:13), tetapi juga dalam zaman Yesus Kristus Sang Penebus kehidupan kita, yang Allah sediakan untuk menggenapi segala janji-Nya. Dimana ketika Yesus mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, dan mereka semua minum dari cawan itu. Yesus pun berkata kepada mereka : “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang” (Markus 14 : 23-24). Jadi melalui semuanya ini, kita dapat melihat bagaimana Allah memegang janji-Nya, hamba-hamba Tuhan seperti nabi Nuh, bahkan Yesus pun berbuat demikian juga, serta mengajarkan setiap murid-Nya untuk berpegang pada janji-Nya. Saudaraku yang terkasih, persoalan hidup tampak seperti misteri dan tampak gelap jalan yang kita tuju. Sebab bila kita tetap hidup memegang janji-janji-Nya, maka semuanya akan menjadi nyata dan disingkapkan pada waktu-Nya.

 

4.Pujian, “Janji-Mu S’perti Fajar Pagi Hari”

5.            Pokok Doa : Ya Tuhan, tolonglah kami untuk senantiasa hidup dalam janji-janji-Mu.