Sabtu, 24 November 2012

1.    Pujian, “Jangan Kamu Kuatir”

2.    Berdoa

3.    Renungan :

      §  Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. (Mazmur 22:3)

      §  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4 : 6)

 

Yach, Kuatir Lagi!

 

          Persoalan yang paling sering terjadi dalam kehidupan orang percaya, tampaknya adalah masalah kekuatiran. Persoalan ini dapat menghambat kepekaan hati kita untuk melihat karya Allah dan pemeliharaan-Nya bagi kehidupan kita yang sudah ditebus, dipilih, dipakai, bahkan dipermuliakan-Nya. Tidak heran firman Tuhan secara serius memperingatkan kita untuk tidak kuatir akan hidup kita, apa yang akan kita minum dan pakai, seperti kebiasaan bangsa-bangsa lain yang tidak percaya Tuhan. Memang ada saja yang bisa kita kuatirkan dalam hidup ini. Ada seribu satu alasan yang dapat membuat kita kuatir, A sampai  Z, dari masalah kecil sampai yang besar, dari masalah ini sampai masalah itu, dari kebutuhan ini, sampai kebutuhan itu. Sebenarnya satu masalah yang layak membuat kita merasa kuatir, yaitu dosa yang mendatangkan penghukuman dan maut, namun itu pun sudah Tuhan selesaikan dalam kehidupan kita. Bila kita mengaku segala dosa dan bertobat sungguh-sungguh di hadapan-Nya! Jadi tidak ada masalah apa pun, yang perlu kita kuatirkan lagi!

          Tetapi tunggu dulu, sebagai manusia, yang masih hidup di dunia ini, mungkin kita menganggap layak dong untuk kita tetap kuatir! Yach, kuatir lagi! Firman Tuhan lagi-lagi berkata, bahwa kekuatiran tidak akan menambah sehasta saja hidup kita. Kekuatiran melemahkan iman, kasih dan pengharapan yang kita butuhkan bagi kehidupan yang harus kita jalani. Kekuatiran pula yang membuat seseorang, meskipun ia berseru-seru pada waktu siang, maupun malam, tetapi tampaknya Tuhan tidak memberikan jawaban dan hidupnya tidak mengalami ketenangan, sebagaimana yang dialami Pemazmur (22:3). Itulah sebabnya Paulus mengingatkan jemaat Filipi, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6). Jadi ketika kekuatiran datang jangan sampai kita biarkan iblis memakainya untuk menghancurkan iman kita, tetapi seharusnya membawa kita untuk semakin mendekat kepada-Nya.

4.    Pujian, “El – Shaddai”

       5.    Pokok Doa : Ya Tuhan, tolonglah kami supaya kami tidak kuatir akan kehidupan kami setiap hari.