Senin, 26 November 2012

1.    Pujian, KJ. 4 : 1, 4, 6  “Hai Mari Sembah”

2.    Berdoa

3.    Renungan :

§  Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan (Amsal 8 : 13)

§  Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. (I Tesalonika 4 : 7 – 8)

 

Ada yang Memang Harus Dibenci

         Dalam banyak atau hamper segala hal kita disuruh TUHAN untuk mengasihi dan berbuat baik, memaafkan, dan menerima perbedaan. Namun hari ini kita diingatkan ada rupanya yang harus dibenci atau ditolak sama sekali, yaitu : kejahatan. Tuhan yang penuh kasih itu sangat membenci kejahatan dan Dia menyuruh kita melakukan hal yang sama. Membenci kejahatan? Tampaknya sepintas itu sangat mudah dan tak ada masalah. Namun istilah kejahatan sering kali sangat luas dan abstrak. Sebab itu marilah kita konkretkan apa saja sebenarnya yang dimaksud dengan kejahatan sehingga kita bisa menjawab apakah menyukai atau membencinya : korupsi (baca : pencurian), pembohongan, kekerasan dengan kata atau tindakan, perusakan properti umum, pelecehan seksual, perselingkuhan atas dasar suka sama suka, black campaign, penyerobotan tanah, penipuan dagang, pembunuhan bermotif politik atau bisnis, eksploitasi buruh dan pembantu rumah tangga, pembiaran kekerasan terhadap orang-orang miskin, bisnis narkotik dan obat terlarang, dan lain-lain. dan masih banyak lagi lain-lain. Apakah kita benar-benar membenci aksi-aksi kejahatan yang ada dalam daftar di atas? Jika ya, apakah tanda bukti kebencian atau penolakan kita terhadapnya? Apakah sikap kita diam atau acuh tak acuh terhadap berbagai kejahatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita (selama tidak menimpa kita) bisa diartikan sungguh-sungguh penolakan? Mungkin saja kita tidak secara langsung melakukannya, namun apa artinya jika kita membiarkan kejahatan (selama tidak merugikan pribadi kita)?

          Firman hari ini mengingatkan kita arti lain takut kepada Tuhan : membenci kejahatan. Mengapa? Sebab kejahatan adalah musuh Tuhan. Sejak awal Tuhan berperang melawan kejahatan. Tuhan menghadapkan kita dengan pilihan tegas : memihak Dia atau memihak kejahatan. Terhadap permusuhan Tuhan dengan kejahatan : kita sama sekali tidak diizinkan bersikap netral. Barangsiapa tidak bersama-sama Dia (melawan kejahatan) berarti bersama-sama kejahatan (melawan Dia). Pilih mana?

 

4.    Pujian, KJ. 332 : 1 – 2  “Kekuatan Serta Penghiburan”

5.    Pokok Doa : Ya Tuhan, berikanlah kami kekuatan untuk melawan yang jahat.