Selasa, 27 November 2012

1.     Pujian, “Aku Mengasihi Engkau Yesus”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§  Lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.

(Ulangan 5 : 32).

§  Yesus berkata : hukum yang pertama ialah : dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada dua hukum ini. (Markus 12 : 29 – 31).

 

Belajar Mengasihi Tuhan dan Sesama

 

Begitu mudahnya orang Kristen berkata, “Aku mengasihi Engkau Tuhan” dan “Aku mengasihi sesama.” Tampaknya kita menganggap Tuhan gampang percaya dengan perkataan yang kita ucapkan, sebab kita bisa melihat bahwa tak jarang tindakan orang yang menyebut dirinya Kristen tidak menunjukkan bahwa ia benar-benar mengasihi Tuhan. Misalnya, masih ada ke-egoisan, mengejar harta dan kemuliaan duniawi bagi dirinya sendiri. Jika hal itu terjadi maka masih dipastikan kita hanya baru bisa mengasihi diri kita sendiri. Kalau Tuhan menghendaki kita mengasihi Dia dengan segenap kehidupan kita, artinya Tuhan adalah pribadi yang harus paling dicintai lebih dari segalanya. Ia menghendaki sikap hati yang benar di hadapan-Nya, bukan sekadar ucapan indah di bibir saja. Sikap hati yang benar itu adalah : dari dasar hati kita yang paling dalam harus mengalir pengakuan “Aku mengasihi Tuhan”, yang kemudian tercermin dalam hidup kita, sekalipun kita belum sempurna. Tuhan layak menerima itu sebab Ia adalah Allah.

Dalam Perjanjian Lama, Allah Bapa telah memberi syarat yang jelas tentang hal ini, bahwa Ia adalah obyek yang mesti dikasihi di atas segala sesuatu (Ul. 6 : 5). Di zaman Perjanjian Baru, Yesus telah memberi segala sesuatu bagi kita, termasuk anugerah keselamatan, sehingga sepatutnyalah kita mengasihi Dia. Kasih kita kepada Yesus harus diwujudkan secara nyata dan konkret. Jika kita memberi hidup kita kepada Tuhan, itulah kehidupan yang indah. Oleh sebab itu, bertindaklah segera. Adalah suatu kehormatan kalau kita diperkenankan berkasih-kasihan dengan Tuhan. Kalau kita sungguh-sungguh memburu kehidupan yang mengasihi Tuhan, maka Tuhan pun akan membuka semua peluang, kesempatan dan sarana sehingga kita dapat mengasihi Dia secara benar dan optimal.

Mengasihi tuhan bukan sesuatu yang statis, melainkan sesuatu yang progresif. Kalau seseorang sungguh-sungguh belajar mengasihi Tuhan dengan segenap hidupnya, maka Ia akan mengajarkan lebih lanjut bagaimana mengasihi-Nya dengan sempurna. Belajarlah mengasihi-Nya, dan nyatakan pula kasih kita kepada sesama dan niscaya ada proses perubahan ke arah yang lebih positif. Selamat belajar mengasihi-Nya dan belajar mengasihi sesama sehingga hidup kita dipenuhi sukacita.

   

4.    Pujian, “Dalam Yesus Kita Bersaudara”

5.    Pokok Doa : Ya Tuhan, ajarilah kami supaya kami dapat mengasihi-Mu dan sesama dengan tulus.