Kamis, 29 November 2012

1.     Puijian, “Tuhan Yesus Setia, Dia Sahabat Kita”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§  Engkau meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. (Mazmur 56 : 14)

 

§  Allah setia dank arena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

(I Korintus 10 : 13)

 

Allah Setia

 

Memuji-muji Tuhan bukanlah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersuara bagus. Banyak orang kuat suka lupa dengan kelemahan orang lain. Lupa bahwa orang lain tidak sekuat dirinya, sehingga tidak jarang mereka mengukur dan menuntut orang lain seperti dirinya. Namun kita memiliki berita baik : Allah Bapa kita di surge tidak seperti itu. Sekalipun Dia dahsyat dan penuh kuasa, Dia tidak pernah lupa bahwa kekuatan anak-anak-Nya terbatas. Dia tahu betul batas kekuatan kita.

Jika pencobaan-pencobaan terjadi dalam hidup kita, Dia menjamin kita dapat menanggungnya. Tak ada pencobaan yang melampaui kekuatan kita. namun, mengapa Tuhan mengizinkan pencobaan atau beban datang di hidup kita? Karena beban-beban itu akan membuat kita berbobot, sehingga “tidak mengambang”.

Suatu kali, beberapa lebah dibawa dalam penerbangan ke luar angkasa untuk mengetahui reaksinya terhadap keadaan tanpa bobot. Dari eksperimen itu dilaporkan bahwa pada atmosfer tanpa bobot, lebah-lebah itu mampu mengambang tanpa usaha apa pun sangat santai, sangat ringan. Lebah-lebah itu sepertinya menikmati perjalanan, tetapi ternyata hanya untuk sesaat. Sebab sekejap kemudian mereka mati. Mengambang saja seperti itu membuat mereka melayang-layang, terputar-putar, dan kemudian mati. Perhatikan juga bahwa ikan yang mengambang di aquarium bukanlah ikan yang hidup, tetapi akan yang sudah mati.

Nyatanya dalam hidup ini kita memerlukan “beban” agar tidak “mengambang”. Perlu ada pergumulan menghadapi masalah yang justru akan menghdupkan kita. dank arena Tuhan berjanji beban itu takkan melampaui batas kekuatan kita, mari bangkit dan hadapi semua yang di hadapan kita. satu janji Tuhan yang akan menguatkan kita selalu, bahwa Ia setia. Kesetiaan-Nya dinyatakan-Nya dengan menganugerahkan kekuatan tatkala kita berhadapan dengan pergumulan hidup! Ia tidak akan membiarkan kita binasa akibat pergumulan hidup kita. Puji Tuhan.

 

4.     Pujian, KJ. 299  “Bersyukur Kepada Tuhan”

5.     Pokok Doa : Ya Tuhan, kami bersyukur dan berterima kasih atas kekuatan yang Engkau berikan saat kami menghadapi pergumulan dalam hidup kami.