Jumat, 30 November 2012

1.     Pujian, “Kami Berkumpul Memuji-Mu”

2.     Berdoa

3.     Renungan :

§  Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Mazmur 104 : 33)

 

§  Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! (2 Timotius 4 : 18)

 

Puji-pujian Menyenangkan Hati Tuhan

 

Memuji Tuhan bukanlah dikhususkan bagi orang0orang Kristen yang bersuara bagus dan merdu atau yang memiliki kemampuan olah vocal baik. Memuji Tuhan adalah tugas semua orang percaya. Menyanyi, menaikkan pujian bagi Tuhan, membesarkan nama-Nya adalah bagian hidup dari setiap orang percaya baik itu tua, muda, besar, kecil, laki-laki ataupun perempuan.

Pemazmur berkata : Aku hendak memuji TUHAN selama aku hidup. Tuhan tentu tidak menilai seberapa bagus suara kita, tetapi yang Dia nilai adalah kesungguhan hati kita dalam memuji Tuhan. Pujian yang keluar dari hati, tentu akan menyenangkan hati Tuhan. Dalam Perjanjian Lama pun umat Tuhan selalu bermazmur bagi Dia dalam puji-pujian.

Tuhan menghendaki agar kita selalu memuliakan Dia. Daud adalah orang yang mengerti benar betapa pentingnya suatu pujian bagi Tuhan. Dalam pujian itu ada kuasa. Itu sebabnya Daud dengan yakin berkata bahwa di sepanjang umur hidupnya ia akan terus memuji nama Tuhan. Masih banyak orang Kristen yang ogah-ogahan dalam memuji Tuhan, di gereja pun memuji Tuhan dengan setengah hati. Karena itu, bagi setiap kita, mari puji Tuhan baik itu dengan suara kita atau pun memuji atau memuliakan Tuhan dengan sikap hidup yang benar di hadapan-Nya, sebab Ia telah melakukan perkara besar bagi kita yaitu menyelamatkan dan melepaskan kita dari maut (2 Timotius 4 : 18).

4.     Pujian, “Hatiku Penuh Nyanyian”

5.     Pokok Doa : Ya Tuhan, mampukan kami sehingga kami selalu memiliki kerinduan untuk memuji-Mu senantiasa melalui hidup kami.