LITURGI RABU ABU (AWAL MASA SENGSARA) DAN PEMBUKAAN MASA RAYA PASKAH GKPB
TEMA: “MENJADI GEREJA PEMBAWA DAMAI”
Sub tema: “Belas Kasih Kristus Yang Menggerakkan Kita Bertindak Kasih” (Bndk Yohanes 11: 35)
1. Catatan:
- Liturgi: Ungu
- MJ menyiapkan abu yang diambil dari pembakaran daun Palma yang telah dibagikan pada saat ibadah Palmarum tahun lalu. Jika tidak ada jemaat yang masih menyimpannya, diupayakan mencari daun Palma untuk dibakar.
- MJ menyiapkan mangkuk tempat menaruh abu dan minyak zaitun untuk dituangkan ke dalam abu.
- Jika di suatu jemaat terdapat Pendeta emeritus, Pendeta aktif (Pendeta Lembaga) atau Vikaris, maka dapat dilibatkan dalam prosesi penorehan abu. Jika di suatu jemaat tidak terdapat Pendeta lainnya, maka dapat melibatkan Penatua dalam prosesi penorehan abu.
2. PANGGILAN BERIBADAH (Jemaat Berdiri)
-
MJ :
Rabu Abu ini, kita merenung bersama,
mengingat rahmat Allah bagi para pendosa untuk dipulihkan-Nya.
Saudaraku, marilah kita datang kepada Allah
Dengan segala sujud dan sembah sembari menyadari ...
-
Jem :
Kami bukanlah manusia istimewa
Kami pendosa seperti yang lain
Namun kami ingin hidup secara lain
Dalam tobat berkesinambungan
-
MJ :
Dengarlah suara Ilahi
Yang lembut memanggilmu
Ia mengajakmu dalam suatu pemenuhan hidup
Yang melampaui apa yang bisa kau bayangkan
Tinggalkan jalanmu yang telah kau kenal
Tempuhlah jalan baru meski nampak sukar
-
Jem :
Demi Dia yang memeluk seluruh dunia dan dosa
Demi Dia yang rela memeluk dosa dan derita
Demi Dia yang setia menanti dan merengkuh kembali
Ku datang menghampiri....
Pujian Pembukaan: KJ 144b: 1 – 3 “Suara Yesus Kudengar”
Suara Yesus kudengar, “Hai, mari yang penat,
serahkanlah kepadaKu bebanmu yang berat.”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
jiwaku yang letih lesu dibuatNya lega.
Suara Yesus kudengar, “Yang haus, datanglah,
dan air hidup Kuberi, hai mari, minumlah.”
Kepada Yesus, Tuhanku, ‘ku datang berserah;
kudapat Air Alhayat dan hidup dalamNya.
Suara Yesus kudengar, “Akulah Sang Terang.
Lihatlah sinar wajahKu: harimu cemerlang.”
‘Ku datang pada Tuhanku,Mentari mulia;
seluruh jalan hidupku cerah bahagia.
3. VOTUM & SALAM
- Pdt : Sidang jemaat: Tuhan hadir ditengah-tengah kita. Marilah kita merendahkan diri di hadapan-Nya dan mengaku dengan bersama - sama mengucapkan:
- P + J : Pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Ia tetap setia untuk selama-lamanya. (Maz.121: 21; 146: 6b).
- Pdt : (sambil mengangkat tangan kanan)
“Salam sejahtera dari Allah Tritunggal: Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, kepada Saudara.”
- Jem : (mengangkat tangan kanan sambal berucap)
Salam sejahtera bagi Saudara juga.
- P + J : Menyahut 5 3 4 5 6 4 5
A…………………………..min
4. INTROITUS: LUKAS 18: 31b (TB2) (Jemaat Duduk)
“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.”
Pujian: KJ. 368: 1, 3 “Pada Kaki SalibMu”
Pada kaki salibMu,
Yesus, ‘ku berlindung;
Air hayat Golgota
pancaran yang agung.
Reff:
SalibMu, salibMu
yang kumuliakan,
hingga dalam sorga
k’lak ada perhentian.
Pada kaki salibMu
kuingat kurbanMu,
dalam jalan hidupku
kukenang selalu.
5. PENGAKUAN DOSA oleh Pdt Em. I Nyoman Nasiun, S.Th
- Pdt : Saudara-saudara, Allah telah menyatakan kasih-Nya kepada kita dengan memberikan Anak-Nya, Yesus Kristus, yang rela mengorbankan diri-Nya mati di kayu salib dan bangkit mengalahkan maut. Namun kerap kali kita masih dengan mudah jatuh dalam dosa. Untuk itu, marilah dengan keheningan, kita menyadari, mengakui dan menyesali dosa-dosa kita di hadapan Allah dan di hadapan sesama, serta menyatakan pertobatan kita.
(Hening-umat diberikan waktu untuk menyatakan penyesalannya secara pribadi).
- Pdt : Allah yang berlimpah kasih, kami sungguh menyesal karena masih begitu mudah jatuh dalam dosa. Kami telah berdosa melawan Engkau dan tidak mencintai Engkau dengan segenap hati. Kami sungguh menyesal... Kami ingin memperbaiki diri dan hidup lebih baik seturut dengan kehendak-Mu.
- Jem : Dalam kerapuhan dan kerendahan hati, Engkau ungkap semua dosa. Sebongkah demi sebongkah Engkau singkapkan hati yang perih, pedih dan malu. Kami memohon belas kasih Ilahi, ampuni dan kuatkan kami serta tuntun kami, supaya mampu mengubah kehidupan yang lama kepada hidup yang diperbaharui. Mampukan kami untuk dapat menjalani Masa Pra- Paskah ini dengan tekun berdoa, berpuasa dengan tulus dan bukan dengan kemunafikan. Kami memberi diri untuk didamaikan oleh kasih-Mu dan biarlah belaskasih-Mu yang menggerakkan kami untuk bertindak kasih. Amin.
Pujian: KJ 27: 1,2,5 “Meski Tak Layak Diriku”
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu
Dan kar’na Kau memanggilku, ku datang Yesus pada-Mu
Sebagaimana adanya, jiwaku sungguh bercela
Darah-Mulah pembasuhnya, ku datang Tuhan pada-Mu
Sebagaimana janji-Mu menyambut dan membasuhku
Ya Anak Domba yang kudus, ku datang kini pada-Mu
6. BERITA ANUGERAH: IBRANI 5: 7-10 (TB 2) oleh Pdt. Em. I Made Subiakta, S.Th
- Pdt : “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan air mata kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya dan sesudah Ia disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada- Nya dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.”
Berdasarkan firman Tuhan ini, maka saya sebagai hamba Tuhan Yesus Kristus memberitakan bahwa pengampunan dosa telah diberikan atas dasar belas kasihan Tuhan semata di dalam nama Allah Tritunggal: Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Amin.
Jem :
Menyanyi: KJ 240A : 1 – 2 “Datanglah, Ya Sumber Rahmat”
Datanglah, ya Sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku madah indah, gita balai sorga-Mu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihan-Mu.
Hingga kini ‘ku selamat dengan kuat yang Kaub’ri.
Kuharapkan akan dapat sampai di neg’ri seri.
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat;
untuk membela diriku dipikul-Nya salib b’rat.
7. PELAYANAN FIRMAN oleh Pdt. Nafthalia Julita Leander, M.Si (Jemaat Duduk)
• Doa Firman
• Pembacaan Firman: MATIUS 6: 16 – 21 (TB2) (Hosiana 3x)
(6:16) "Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya. (6:17) Namun, apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (6:18) supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
(6:19) "Janganlah mengumpulkan harta bagi dirimu di bumi, di mana ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (6:20) Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga, yang tidak dirusak oleh ngengat dan karat, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (6:21) Sebab, di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
• Khotbah/ Renungan
• Saat teduh/instrumen
8. PEMBUKAAN MASA PASKAH GEREJA KRISTEN PROTESTAN DI BALI TAHUN 2026 DAN PROSESI PENOREHAN ABU
-
Pdt : Saudara dan saudari sekalian: Hari ini, secara serentak Gereja Kristen Protestan di Bali mulai memasuki Masa Paskah, yang diawali dengan masa Pra-Paskah - yaitu penghayatan sengsara Tuhan Yesus Kristus. Sesuai dengan Sub Tema Masa Paskah Gereja Kristen Protestan di Bali tahun 2026, kiranya kita yang telah ditebus melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, semakin diteguhkan untuk menebarkan kasih yang mendamaikan. Dibukanya Masa Paskah Gereja Kristen Prostestan di Bali, yang di awali dengan masa Pra-Paskah – yaitu penghayatan sengsara Tuhan Yesus Kristus, akan ditandai dengan prosesi penorehan abu.
-
Pdt : Marilah kita berdoa:
Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur di hadapan-Mu yang Mahakudus. Dalam kasih setia-Mu, kami dipanggil untuk hidup di dalam pertobatan. Saat ini, kami membuka diri untuk masuk dalam pertobatan dan menerima abu. Kiranya dengan abu yang akan kami terima ini, memampukan kami untuk menyadari bahwa sesungguhnya manusia itu abu dan akan kembali menjadi abu. Kami berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
-
Pdt : Abu yang akan ditorehkan di dahi ini adalah simbol kerapuhan, sekaligus ungkapan penyesalan, pertobatan dan pemulihan. Abu juga menjadi simbol kepedihan hati yang mendalam (Ayb 2:8) atau simbol pembersihan atas dosa (Bil. 19:9,17-18; Ibr 9:13). Ingatlah….Ketika abu yang diterangi oleh kuasa Tuhan ini ditorehkan di dahi kita, maka melaluinya kita diingatkan untuk hidup dalam pertobatan dan menghadirkan damai serta cinta kasih Tuhan dalam hidup dengan sesama. Dalam penghayatan penorehan abu ini, mintalah anugerah dari Tuhan untuk memampukan kita melakukan kehendak-Nya.
- Pendeta dan pelayan liturgi yang ikut dalam ritual pemolesan abu bersiap di depan.
- Jemaat secara beriringan maju kedepan untuk menerima pemolesan abu ke dahi oleh Pendeta dengan ucapan: “Ingatlah bahwa kita adalah debu dan akan kembali menjadi debu, marilah kita bertobat dan percayalah kepada Yesus”.
- Setelah jemaat memoleskan abu, masing-masing berdoa di tempat duduk untuk mengungkapkan keberserahan kepada Allah.
- Pemolesan abu diiringi pujian “Hanya Debulah Aku”
Pujian : “Hanya Debulah Aku”
Hanya debulah aku. Di alas kakiMu Tuhan
Hauskan titik embun. Sabda penuh ampun
Reff:
Tak layak aku tengadah. Menatap wajahMu
Namun tetap kupercaya. Maha Rahim Engkau
Ampun seribu ampun. Hapuskan dosa-dosaku
Segunung sesal ini. Ku unjuk padaMu (Reff)
9. DOA HENING oleh Pdt. Em. I Nyoman Sumajaya, S.Th.
- Pdt : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus Putra-Mu, telah mengurbankan diri-Nya demi keselamatan kami. Dengan menerima abu sebagai tanda pertobatan kami ini, kami dikuatkan dalam menjalani pertobatan di Masa Prapaskah ini. Dengan perantaraan Kristus Yesus, Tuhan kami. Amin.
10. PEMBAGIAN MATERI MASA RAYA PASKAH
- Saudara dan saudari sekalian: Hari ini, secara serentak Gereja Kristen Protestan di Bali mulai memasuki Masa Paskah, yang diawali dengan masa Pra Paskah - yaitu penghayatan sengsara Tuhan Yesus Kristus. Sesuai dengan Sub Tema Masa Paskah GKPB tahun 2026 (“Belaskasih Kristus yang Menggerakkan Kita Bertindak Kasih”), kiranya kita yang telah ditebus melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, semakin diteguhkan untuk menebarkan kasih yang mendamaikan. Masa Paskah GKPB tahun 2026 di dalam nama Allah Tritunggal; Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Amin.
(Jemaat saling bersalaman mengucapkan “Terimalah dan teruskan kasih Tuhan”. )
- Mengundang Majelis perwakilan wilayah maju ke depan untuk menerima materi Masa Raya Paskah (bahan & amplop pengosongan diri).
11. DOA SYAFAAT oleh Pdt. Ni Made Narawati, M.Si (diakhiri dengan Doa Bapa Kami)
12. PERSEMBAHAN: MATIUS 5: 23-24 (TB2)
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat bahwa saudaramu sakit hati terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Pujian: PKJ 148: 1 – 3 “T’rima Kasih Ya Tuhanku”
T’rima kasih ya Tuhanku, atas hari pemberian-Mu.
Hari baru limpah rahmat dan dipenuhi oleh kasih-Mu.
Kaucurahkan pada umat-Mu, Kaucurahkan pada umat-Mu
T’rima kasih atas waktu yang Dikau tawarkan padaku,
Agar dalam masa muda aku belajar tentang kasih-Mu,
Yang besar dan mulia itu, yang besar dan mulia itu.
Kan kupakai waktu itu melakukan tanggung jawabku
Dan menolong sesamaku menurut firman serta karya-Mu,
Kar’na itu makna kasih-Mu, kar’na itu makna kasih-Mu.
Puji syukur kuucapkan atas waktu yang Kauciptakan.
Kutaati, kuhargai, di dalam kata dan perbuatanku
Agar nyata hidup beriman, agar nyata hidup beriman.
Doa Persembahan (Jemaat Berdiri)
13. PENGUTUSAN & BERKAT
Pujian: KJ 145: 1 “Mari Tuturkan Kembali”
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali, Yesus Pahlawan besar.
Bahwa di malam lahirNya malak menyanyi merdu:
“Hormat dib’ri bagi Allah; dunia beroleh restu.”
Reff:
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali,Yesus Pahlawan besar.
- Pdt : (Mengucapkan kata-kata pengutusan, lalu mengucapkan berkat sambil mengedangkan tangan, sedangkan jemaat mengambil gesture tangan “nunas” dengan posisi tangan kanan diatas.)
- Jem : (menyanyikan) Hosiana 5x, Amin 3x
14. PUJIAN PENUTUP: KJ 145 : 2 “Mari Tuturkan Kembali”
(Mengiringi penatalayan ibadah meninggalkan ruangan ibadah)
Waktu Almasih puasa di padang tandus gersang,
untuk dosaku digoda, tapi akhirnya menang.
Mari tuturkan derita dan sengsaraNya pedih;
untuk manusia yang hina Ia disiksa perih.
Reff:
Mari tuturkan kembali kisah yang indah benar,
warta berharga sekali,Yesus Pahlawan besar.
(Setelah selesai menyanyi, jemaat duduk dan mengambil saat teduh)